Belajar dari Jangkar Kelud, komunitas Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Lereng Kelud

Belajar dari Jangkar Kelud, komunitas Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Lereng Kelud

Administrator 05 Mei 2016 09:58:16 WIB

SEMPU ( 5/5) menelisik Profil Jangkar Kelud, komunitas Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Lereng Kelud.

PROFILE JANGKAR KELUD BLITAR – KEDIRI – MALANG

 

LATAR BELAKANG

Gunung Kelud seperti halnya gunung api lainnya memiliki kesamaan, yakni dibalik banyaknya manfaat yang dirasakan warga sekitar, namun disisi lain ada ancaman dari aktifitas yang selalu mengancam kehidupan masyarakat yang tinggal diseputaran  gunung Kelud. Namun demikian, tidak ada satupun warga disekitarnya yang menyatakan Gunung Kelud sebagai sumber keburukan, karena letusan yang terjadi setidaknya setiap 15 tahun sekali, tidak sebanding dengan manfaat yang diterima warga sekitarnya, yang dirasakan hampir setiap hari, baik berupa kesuburan tanah, limpahan air, kesejukan udara, panorama alam, material tambang, dan banyak manfaat lainnya.  Sehingga muncul pendapat bahwa yang tak kalah pentingnya dari pengelolaan ancaman, adalah pengelolaan sumber daya alamnya, harus lestari, adil dan kedaulatannya berada di tangan warga sekitar.

 

Erupsi Kelud tahun 2007 membawa perubahan Kelud dari kawah menjadi kubah,  sehingga  dibutuhkan perubahan antisipasi dari masyarakat untuk mengurangi risikonya, karena perubahan karakter ancaman, pasti menyebabkan perubahan risiko yang mungkin ditimbulkan.  Erupsi 2007 telah memberikan pelajaran, bahwa dari refleksi penanggulangan bencana yang dilakukan, masih banyak ketidak baikan, antara lain :

  • hubungan pemerintah dan masyarakat yang belum harmonis dan selaras
  • pola manajemen yang diterapkan belum menempatkan masyarakat sebagai subyek
  • penanganan yang belum holistic, dan hanya bersifat responsif

 

sehingga dari berbagai pertemuan di pertengahan 2008, disadari bahwa masalah tersebut memang benar adanya, dan harus ditumbuhkan kesadaran baru, bahwa dalam menangani bencana di Kelud haruslah berprinsip :

  • urusan penanggulangan bencana di kelud adalah urusan semua pihak, bukan pemerintah sebagai pengelola pengungsi dan masyarakat sebagai pengungsi, namun memandang bahwa ada yang harus diselamatkan, oleh siapapun, sesuai dengan kemampuan, tugas, wewenang, tanggungjawab dan potensinya.  Sehingga harus memunculkan rasa saling menghargai potensi pihak lain, dan mengakui kekurangan diri, dan harus membangun hubungan baik yang selaras, setara dan mutualis.
  • urusan penanggulangan bencana tidak hanya saat Kelud meletus, namun hendaknya dilakukan mulai sekarang, justru disaat Kelud memberikan waktu kepada kita untuk berbenah dan bersiap siaga.  Bukan menunggu, namun harus dimulai dari sekarang, dari diri pribadi, keluarga, kelompok, komunitas dan bersama semua pihak yang terkait
  • Urusan penanggulangan bencana, bukan dianggap sebagai proyek, namun harus dimaknai sebagai investasi, artinya bukan sebuah kegiatan yang dikejar oleh target, namun sebagai kegiatan yang tidak ada ujungnya, dengan tujuan membangun gerakan kesadaran dan siapsiaga menjadi budaya masyarakat, yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, namun dimasa mendatang.

 

Dengan dasar pemikiran ini akhirnya pada tanggal 09 bulan Agustus 2008 terbentuklah sebuah wadah Perkumpulan dari wakil-wakil masyarakat, guru, radio komunitas dan pemerintah dari 3 kabupaten (Blitar, Kediri dan Malang) yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana dengan baik.  Wadah bagi siapapun yang mempunyai kepedulian terhadap usaha membangun gerakan pengurangan risiko bencana di kawasan Gunung Kelud, yang dinamai dengan JANGKAR KELUD

 

Jangkar kelud dimaknai sebagai “jangkane kawula redi kelud”, jangkane yang bermakna keinginan / harapan, kawula adalah masyarakat, redi Kelud adalah gunung Kelud. Secara umum Jangkar Kelud berarti keinginan masayarakat  gunung Kelud, yang senantiasa berkeinginan untuk rinengkuh Kelud hangreksa rahayu, didalam naungan gunung kelud senantiasa berusaha mencari/mendapatkan keselamatan. Rinengkuh kelud dimakani sebagai gambaran bahwa keludlah yang menyatukan berbagai kepentingan, berbagai latar belakang pihak yang beraktifitas, berbagai asal dan domisili, berbagai tugas dan wewenang, berbagai kebijakan, bahwa semua disatukan oleh Kelud, bahwa kami berkarya, siapapun kami, karena kami orang kelud, kami kawula redi/gunung Kelud.  Sedangkan hangreksa rahayu, dimaknai sebagai kalimat aktif, berupa aktifitas, yang tidak terbatas waktu, kegiatan yang terus menerus, kegiatan yang berkesinambungan, dan oleh diri sendiri untuk sebuah rahayu (keselamatan), sehingga upaya terus menerus untuk mendapatkan keselamatan, keselamatan hidup, kehidupan dan tatanan kehidupan.

 

Jangkar Kelud percaya bahwa untuk melakukan pengurangan risiko bencana yang baik menjadi tanggung jawab semua pihak dan dilakukan sepanjang waktu baik sebelum terjadi bencana, saat terjadi bencana dan setelah terjadi bencana. Dalam kegiatan pengurangan risiko bencana sebaiknya dilakukan dengan berbasis masyarakat, dikarenakan

  • masyarakat sebagai penerima dampak langsung, atau yang paling potensial menjadi korban setiap aktifitas Kelud.
  • Selemah-lemahnya masyarakat masih mempunyai kemampuan untuk melakukan kegiatan pengurangan risiko bencana
  • masyarakat lebih paham wilayahnya
  • masyarakat secara nyata mampu melakukan tindakan untuk menyelamatkan diri dan kelompoknya
  • respon pihak luar dari masyarakat memiliki keterbatasan, baik urusan waktu, kepentingan, kesesuaian, jumlah dan mekanisme

 

Namun demikian tidak menutup peran pihak lain baik pemerintah, dunia usaha, maupun lembaga lain yang berkomitmen dalam hal pengurangan risiko bencana terlebih lagi bila mengetahui kapasitas dan kerentanannya.

 

KELEMBAGAAN

Secara kelembagaan jangkar kelud berupa sebuah perkumpulan terbuka bagi siapapun untuk bergabung, sepanjang masih satu visi dan misi, yakni pengelolaa sumber daya alam dan pengelolaan risiko bencana berbasis masyarakat di kawasan Gunung kelud dan kawasan-kawasan lain yang teracam bencana.

 

Dalam aktifitasnya, untuk mewujudkan angan jangkar Kelud, maka dibutuhkan sebuah kelembagaan, yang lebih bersifat untuk mempermudah, bukan untuk hal lain yang bersifat birokratis.  Mempermudah komunikasi, koordinasi dan bangunan relasi dengan pihak luar.

 

Kepengurusan jangkar kelud periode tahun 2011 – 2014 adalah :

Koordinator Umum : CATUR SUDHARMANTO/mbah dharmo  (Pondokagung, Kasembon, Malang)

Sekretaris Umum    : JASMANI (Penataran, Nglegok, Blitar)

Bendahara Umum   : AHMAD HADI ROSID (Sempu, Ngancar, Kediri)

 

Selain kepengurusan di tingkat pusat (3 kabupaten), juga dibentuk kepengurusan di tingkat kabupaten, yang selain berisi ketua, sekretaris dan bendahara, juga berisi berbagai seksi yang disesuaikan dengan kebutuhan di setiap kabupaten

 

Kepengurusan di tingkat kabupaten (pengurus 2011 – 2014)

Kabupaten Blitar

Koordinator        : Dariyanto (Modangan, Nglegok, Blitar)

Kabupaten Kediri

Koordinator        : JUMALI (Sempu, Ngancar, Kediri)

Kabupaten Malang

Koordinator        : RAHMAT SUTOMO (Pandansari, Ngantang, Malang)

RUANG LINGKUP KEGIATAN

Kegiatan Jangkar kelud, kalau dimaknai sebagai sebuah upaya meningkatkan kapasitas para pihak yang terlibat dalam upaya pengurangan risiko bencana, sebenarnya bagian dari pengurangan kerentanan/kelemahan/kekurangan yang ada pada para pihak tersebut.

 

Beberapa kegitan dilakukan dengan/bersama/terhadap :

  • kelompok pemerintah dan SKPD
  • kelompok guru TK, SD/MI dan SMP/MTs
  • kelompok masyarakat
  • kelompok Radio Komunitas
  • kelompok Perkebunan dan dunia usaha

 

CAKUPAN WILAYAH DAN KEGIATAN YANG TELAH DILAKUKAN

Hingga tahun 2011 ini aktifitas jangkar kelud secara kewilayahan, sebenarnya ada di 3 kabupaten dan 1 Kotamadya, yakni kabupaten Blitar, Kabupaten kediri, Kabupaten Malang, dan kota madya Blitar.  Atau di 10 Kecamatan dan 38 desa, dengan perincin sebagai berikut sbb:

 

No

Kabupaten

Kecamatan

Desa

Dusun

1

Blitar

Gandusari

Krisik

 

2

Soso

 

3

Ngaringan

 

4

Gandusari

 

5

Gadungan

 

6

Sukosewu

 

7

Sumber Agung

 

8

Garum

Slorok

 

9

Sidodadi

 

10

Karangrejo

 

11

Nglegok

Modangan

 

12

Penataran

 

13

Kedawung

 

14

Sumberasri

 

15

Ponggok

Karang Bendo

 

16

Candirejo

 

17

Kediri

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Ngancar

Sempu

Ringin Sari

 

 

Sempu

 

 

Sumber Petung

18

Sugih Waras

Rejo Mulyo

 

 

Mulyo rejo

 

 

Sugih Waras

19

Ngancar

Purwodadi

 

 

Panceran

 

 

Ngancar

 

Babadan

Sanding

20

Plosoklaten

 

 

 

Sepawon

Badeg

 

 

21

 

22

Puncu

Wonorejo Trisulo

 

23

Satak

 

24

Puncu

 

 

Wonorejo

Margo Santoso

 

 

Lestari

 

Kandangan

 

Biro

 

 

 

 

25

Kepung

 

 

 

Kepung

Kepung barat

 

 

Kepung timur

26

 

Karang Dinoyo

 

Siman

Bogor pradah

 

 

Karetan

 

 

Sukabumi

27

 

Pluncing

 

Kampung Baru

Notorejo

 

 

Wonorejo

28

 

Kebon Duren

 

Kebonrejo

Tambak Sari

 

 

Panggung Sari

29

 

Kebonrejo

 

Besowo

Krajan

 

 

Kenteng barat

 

 

Kenteng Timur

 

 

Sabiyu

30

Malang

Kasembon

 

Pondokagung

Jaban

 

Pondok

 

Bocok

 

Sambirejo

 

Mendalan

31

Bayem

Rekesan

32

Bayem

 

33

Kasembon

 

34

Ngantang

Sukosari

Pandansari

 

 

Sedawun

 

Plumbang

 

Munjung

 

Sukorejo

35

Banturejo

Banturejo

Wonorejo

 

Sromo

36

Ngantru

Ngantru

Banu

 

Bayanan

 

Kenteng

37

Sidodadi

Sidodadi

Tepus

 

Sekar

38

Pagersari

Salam

 

 

 

Pagersari

Gombong

 

Beberapa desa yang direncanakan masuk dalam wilayah kerja jangkar Kelud, antara lain

  1. desa Babadan, Ngancar, Kediri
  2. desa Slumbung, Gandusari, Blitar
  3. desa Tulung Rejo, Gandusari, Blitar
  4. desa Semen, Gandusari, Blitar
  5. desa Brumbung, Kepung, Kediri
  6. desa Sukosari, Kasembon, Malang
  7. desa Kasembon, Kasembon, Malang
  8. desa Manggis, Ngancar, Kediri
  9. desa Jarak, Plosoklaten, Kediri

 

 

 

 

 

AKTIFITAS JANGKAR KELUD 2008 – 2011

 

Bersama Pemerintah, SKPD, Dunia Usaha, radio Komunitas dan warga

No

Waktu

Kegiatan

Lokasi

1

 

Pertemuan Pokja di 3 kabupaten

3 kabupaten

2

 

Lokalatih standart minimum respon bencana

Hotel patria Blitar

3

 

Lokalatih Penanggulangan Bencana dan Analisis Risiko Bencana

Hotel Insumo Kediri

4

 

Seminar mencari bentuk ideal PRB di Kelud

Hotel Bukit Daun Kediri

5

 

Lokalatih emergency management dan contingency planning

Hotel UMM Inn Malang

6

 

Lokalatih desaster management dan disaster risk analysis

Hotel bukit daun kediri

7

 

Lokalatih pemetaan digitasi

Di Hotel patria Blitar dan Selorejo, malang

8

 

Penyusunan rencana kontingency untuk kabupaten Blitar

Hotel Bukit daun, kediri

9

 

Penyusunan rencana kontinjensi untuk kabupaten malang

Selorejo, Malang

10

 

Simulasi pengungsian kabupaten Kediri

Kepung, kediri

11

 

Lokalatih PBBM dan PPGD

Di 10 desa tahun 2008

Di 36 desa tahun 2010

12

 

ToF PBBM untuk warga dan guru

LEC Blitar

13

 

ToF PPGD untuk warga dan Guru

LEC Blitar

14

 

Pengintegrasian materi kebencanaan dalam mata pelajaran

LEC Blitar

15

 

Penggunaan media boneka untuk pendidikan kebencanaan

LEC Blitar

16

 

Penyusunan modul PPGD dan PBBM untuk warga dan sekolah

Selorejo

17

 

Pementasan boneka untuk pendidikan kebencanaan

Jakarta, Surabaya, Kediri

18

 

Penerbitan buletin Dimata

 

19

 

Pembatan poster kampanye

 

20

 

Pendirian dan penguatan radio komunitas di 9 lokasi

Suara Soso, Gandusari

Lintas Kelud, Nglegok

Candi Kelud, Ponggok

Sera, Sempu, Ngancar

Kelud, Sugihwaras

RJKS, Satak, Puncu

Adevo, Siman, Kepung

Pandawa, kasembon

Smart, Ngantang

21

 

Pertemuan rutin pengelola radio Comunitas (JRKJK)

 

22

 

Lokalatih peran radio dalam PRB

Hotel Patria Blitar

23

 

Lokalatih pembuatan ILM tema PRB

Balai desa Slorok, Garum, blitar

24

 

Workshop pengelolaan radio comunitas

LEC Blitar

25

 

Pelatihan penyiaran dan penulisan berita

LEC Blitar

26

 

Pelatihan komputer untuk radio komunitas

Smart FM, Candi kelud FM, Sera FM

27

 

Pendirian taman bacaan di dua radio komunitas

Rakom lintas Kelud, Modangan dan rakom Sera, Sempu

28

 

Gotong royong pengerasan jalan sempu-sumberasri

Sempu, Kediri dan sumberasri, Blitar

29

 

Penghijauan di beberapa desa

Pondoakagung, karangrejo

30

 

Lokalatih PBBS dan PPGD ke sekolahan

Smpn kasembon, SMP PGRI Kepung

MTs Syekh Subakir, SMPN 2 garum, SMKN Plosoklaten

31

 

Ikut serta dalam konfrensi nasional Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas (KN-PRBBK)

Denpasar, makasar, Jakarta, Jogjakarta

32

 

Mengirimkan relawan dalam respon Merapi

Di magelang, Klaten dan Sleman

33

 

Terlibat dalam memfasilitasi PPGD dan PBBK

Trenggalek, Kebumen, Jogjakarta,

34

 

Penguatan kelembagaan untuk laskar Semeru

Lumajang

35

 

Mengikuti renstra dan penguatan organisasi lembaga Pasag Merapi

Kaliurang dan Omah Sikep, Jogjakarta

36

 

Menyusun renstra organisasi untuk program kerja

BLK Pare

37

 

Menyelenggarakan renstra organisasi

LEC Blitar

38

 

Evaluasi pelaksanaan lokalatih PPGD dan PBBK

BLK Pare

39

 

Penyusunan rencana kontijensi planning ntuk kecamatan kepung

BLK Pare

40

 

Lokalatih Gender dalam PRB

Hotel insumo Kediri

41

 

Lokalatih gender kabupaten Kediri

Hotel Surya Pare

42

 

Lokalatih gender kabupaten Blitar

LEC Blitar

43

 

Simulasi pengungsian tingkat desa

Sempu, ngancar

Sumberasri, Nglegok

Besowo, Kepung

Pondoakagung, Ksmbn

Pandansari, ngantang

Ngantru, ngantang

44

 

Inisiasi JARRI Raung Ijen

Bondowoso

45

 

Kegiatan RIYAYAN setiap bulan Syawal

Sugihwaras, Kediri

Pandansari, malang

Modangan, Blitar

Siman, Kediri

46

 

Distribusi handy talky

36 desa

9 radio komunitas

47

 

Pendirian radio pancar ulang (RPU)

Wlingi, Blitar

Sedawun, Malang

Goliman, Kediri

48

 

Legalisasi lembaga Jangkar Kelud

Notaris Trenggalek

49

 

Legalisasi lembaga Radio Komunitas

Notaris Trenggalek

50

 

Perijinan radio Komunitas

KPID Jawa Timur

51

 

Ikut kegiatan kebencanaan

Banda Aceh, Surabaya, Kediri, Blitar, Malang

52

 

Ujicoba modul PPGD dan PRBBK

Desa Kedawung, Blitar

Ds. Banturejo, Malang

MTs. Syekh Subakir, Nglegok, Blitar

53

 

Cetak draft modul

 

54

 

Pertemuan rutin 3 bulanan pembawa HT kabupaten Blitar

Gandusari, garum

55

 

Respon terhadap kejadian bencana di wilayah kelud

Ngantang, gandusari, sutojayan, wlingi,

56

 

Menyusun Renkon atas ancaman G.Kelud wil.malang

Taman Wisata Selorejo, Ngantang

57

 

Terlibat dalam ToF Bromo Semeru

Diklatkop Karang Lo Malang

58

 

Memfasilitator Lokalatih masyasrakat Bromo Semeru

Malang, Lumajang, Probolinggo (21 Desa)

59

 

Fasilitator Platihan Management Bencana

BPBD Tulungagung

 

Catatan:

Hingga tahun 2014 Jangkar Kelud telah melakukan kegiatan lokalatih dengan materi Management Bencana dan PPGD serta membentuk Tim Siaga Desa di 67 Desa 11 Kecamatan dan 3 Kabupaten (Blitar, Kediri, Malang ).

Kerjasama dalam Fasilitasi ini dibantu oleh Perkumpulan KAPPALA Indonesia, Oxfam GB, Trowcare, UNDP, FAO

Selain itu Jangkar Kelud Juga masuk dalam jejaring Penguranggan risiko bencana diantaranya :

  1. forum PRB Jatim
  2. Suar Indonesia
  3. BPBD Kab  Kediri, Kab. Blitar, Kab. Malang, Kota Batu
  4. Perkumpulan rumah Aaksara Kediri, dalam hal ini untuk mensosialisasikan kegiatan PRB yang diintegrasikan dalam Gender dan HAM
  5. Selain itu juga dibantu oleh PSMB UPN Jogjakarta dalam memnantu kajian tejnis gunng api dari sudut pandang ilmu

 

Komentar atas Belajar dari Jangkar Kelud, komunitas Pengurangan Risiko Bencana Berbasis Komunitas di Lereng Kelud

11 Maret 2018 12:00:22 WIB
donatur nya gimana
Muhamad roki 20 Agustus 2017 23:13:33 WIB
Info infonya cukup bagus ikut trus nyimak ya

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Komentar
 

Komentar Terkini

Info Media Sosial

FacebookTwitterGoogle PlussYoutube

Lokasi S E M P U

tampilkan dalam peta lebih besar

Statistik Pengunjung

A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: mysql_fetch_array() expects parameter 1 to be resource, object given

Filename: partials/side.right.php

Line Number: 209

A PHP Error was encountered

Severity: Notice

Message: Undefined variable: ipx

Filename: partials/side.right.php

Line Number: 211

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

SISINFO PENGUNGSI BNPB

PRODESKEL

Prodeskel

© 2006-2018 Aplikasi Sistem Informasi Desa (SID) yang digunakan dalam situs ini dibangun oleh Lumbung Komunitas dari  COMBINE Resource Institution sejak 2009.
Sistem ini dikelola dengan merujuk pada lisensi GNU GENERAL PUBLIC LICENSE Version 3